Ustadz bukan malaikat
Menarik sekali kalimat yang diucapkan salah satu narasumber dialog disalah satu channel TV pagi ini. Beliau berkata, 'melihat ustadz seperti melihat malaikat', dalam dialog beliau mewakili para korban 'penipuan' investasi oleh salah satu Ustadz/Ulama terkenal. Para 'korban' Mengaku dari sebuah jamaah masjid yang berprofesi dari pengusaha, pengacara, pejabat, marbot bahkan mantan TKW. Para 'korban penipuan' mengaku telah menyetorkan uang jutaan sampai milyaran rupiah, bahkan ada yang dikoordimasi oleh masjid.
Pertanyaan menarik disampaikan oleh moderator dialog, 'kenapa para jamaah begitu percaya berinvestasi sedemikian rupa sampai milyaran rupiah?', jawaban singkat disampaikan oleh pendamping / kuasa hukum 'korban', 'umat kalo melihat ustadz kan kayak melihat malaikat, dianggap ustadz gak punya salah'.
Beliau melanjutkan, 'seharusnya ulama itu sesuai kriteria alquran yaitu takut kepada Allah, kalo sudah berbohong berarti sudah tidak takut kepada allah maka tidak pantas disebut ulama/ustadz'.
Setelah panjang lebar dialog salah satu pakar hukum berpendapat, kedudukan korban penipuan ini lemah dimata hukum karena dasar para korban berinvestasi tidak sesuai dengan ketentuan legal formal investasi pada umumnya, namun hanya berdasar KEPERCAYAAN.
Percaya beliau ulama, percaya beliau ustadz, namun melupakan kaidah-kaidah bermuamalah sesuai syariat Islam.
Semoga masalah ini bisa segera diselesaikan karena kedua belah pihak sama-sama dari jamaah kaum muslimin.
Dan kasus ini menjadi pembelajaran buat umat untuk kembali dan belajar kepada hukum syariah.
Wa'allahu'alam bishowab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar